Tuesday, July 16, 2019

Beberapa Platform Google Yang Gagal dan Ditutup

Beberapa Platform Google Yang Gagal dan DitutupGoogle merupakan salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia dan salah satu yang paling mendominasi dalam dunia industri saat ini. Walaupun dengan nama besar dan sukses baik sukses dalam Browser Webnya maupun lewat Androidnya, tetapi ternyata tidak semua hal yang dilakukan dan diluncurkan oleh Google tidak semua berakhir dengan sukses. Bahkan berakhir dengan kegagalan, kemudian ditutup oleh Google.

Berkaca dari kegagalan-kegagalan tersebut, kini Google seakan telah berpikir lebih dalam sebelum meluncurkan sebuah platform. Banyak platform dalam sektor-sektor tertentu yang sebenarnya terlihat menjanjikan sepeerti sektor jejaring sosial (Social Network), tetapi Google sering kali mengalami kegagalan.

Terlepas dari berbagai platform buatan Google yang mengalami kegagalan, Perusahaan teknologi Google ini selalu meningkatkan layanan untuk berbagai platformnya yang mengalami keberhasilan dan diterima oleh masyarakat luas.

Diantara kesuksesan Google yaitu pada sektor Browser Web, dimana Google menjadi salah satu browser yang paling banyak digunakan di seluruh dunia yaitu Google Chrome. Selain pada sektor Browser web raksasa teknologi ini juga meraih kesuksesan pada platform Androidnya yang merupakan sebuah Operating System (Sistem Operasi) Smartphone yang paling banyak dipakai di dunia.

Beberapa Platform Google Yang Gagal dan Ditutup

Sekarang mari kita bahas mengenai platform Google yang mengalami kegagalan dan berujung dengan ditutupnya platform tersebut oleh Google.

Di bawah ini adalah platform raksasa teknologi Google yang yang mengalami kegagalan dan ditutup oleh Google :

1. Google+

Beberapa Platform Google Yang Gagal dan Ditutup
Ditutupnya Google+ merupakan salah satu kegagalan paling terkenal dalam sejarah Google. + merupakan platform jejaring sosial, yang dirancang untuk bersaing dengan raksasa jejaring sosial Facebook, namun tidak bisa memenuhi ekspektasi pihak Google. Banyak upaya yang dilakukan oleh Google untuk menarik pengguna baru. Namun segala upaya dan berbagai fitur baru yang dihadirkannya gagal untuk memenuhi harapan dari pihak Google.

2. Google Wave

Google meluncurkan Google Wave pada tahun 2009, tetapi karena tidak banyak yang menggunakan layanannya, maka setahun kemuian platform ini ditutup. Salah satu alasan kegagalannya adalah peluncurannya yang terlalu awal. Untuk saat ini apapun yang dilakukan oleh Google Wave, sudah bisa dilakukan oleh Gmail.

3. Google Buzz

Sama seperti platform Google Wave, Google Buzz juga hanya bertahan selama 1 tahun. Yaitu pada tahun 2010 hingga 2011. Fitur-Fitur Google Buzz ini kemudian digabung ke platform Google+ dan pada dasarnya layanan olah pesan ini sedikit banyak sangat mirip dengan Twitter.

4. Google Jaiku

Beberapa Platform Google Yang Gagal dan DitutupGoogle mengakuisisi Jaiku, yaitu situs microbiologing pada oktober 2007 yang lalu. Tetapi pada tahun 2009 Twitter resmi memimpin di situr microbiologing. Sehingga Jaiku gagal dan ditutup oleh Google.

5. Google Allo and Duo

Platform Google yang satu ini belum bisa dikatakan gaga, karena platform ini masih mendapatkan pembaharuan. Namun basis pengguna tampaknya sangat terbatas.

Google Allo merupakan sebuah aplikasi pesan singkat, yang diluncurkan untuk bersaing dengan WatsApp. Sedangkan Google Duo, sudah diinstal sebelumnya pada banyak prangkat android dan memiliki fungsi seperti halnya Skype dan Facetime.

6. Google Lively

Google Lively nampaknya menjadi salah satu contoh yang menarik. Karena kurangnya promosi untuk platform ini membuat orang-orang seakan tidak pernah mendengar bahwa Google meluncurkan Google Lively, sehingga platform ini hanya bertahan selama 6 bulan sepanjang tahun 2008.

7. Google Glass

Salah satu ide cemerlang dari Google adalah Google Glass, yaitu platform yang mengedapankan ide futuristik. Platform Google Glass ini ditanamkan teknologi AR yaitu teknologi Augmented Reality. Yang secara teoritis berfungsi untuk memberikan segala informasi secara real-time.

8. Picasa

Picasa pada awalnya merupakan sebuah situs web independen, hingga paa akhirnya Google membelinya pada tahun 2004 lalu. Platform Google ini berorientasi pada editing foto secara online. Hampir 10 tahun kemudian, dengan diluncurkannya platform Google Photos, maka itu mengisyaratkan bahwa picasa akan ditutup oleh Google.

Beberapa Platform Google Yang Gagal dan Ditutup

Hal ini karena Google Photos lebih mudah digunakan untuk perangkat smatrphone. Platform Google Photos juga bisa dikatakan lebih modern, karena memungkinkan pengguna melakukan backup di cloud, serta mengintegrasikan beberapa fitus asli milik picasa.